Dongeng Anak: Kisah Si Pohon Bambu

Komentar

Bagikan ke: facebook twitter gplus

Dongeng Anak | | Kategori Dongeng Anak

Pohon_bambu

Dongeng Anak: Kisah Si Pohon Bambu: Alkisah di sebuah hutan belantara suatu desa, begitu banyak pohon bambu yang tinggi-tinggi serta daunnya yang begitu teduh. Di antara banyaknya pohon bambu itu, terdapat sebuah pohon bambu yang begitu indah, batang kayunya sangat kokoh dan kuat serta memancarkan sinar. Dikisahkan bahwa pohon bambu itu bisa berbicara kepada setiap orang yang bermaksud untuk mengambil batang pohonnya.

Banyak orang-orang desa tersebut yang menyukai pohon bambu yang bersinar ini. Setiap kali warga desa yang melintasi pohon bambu tersebut walau hanya sekedar duduk-duduk di bawahnya, namun pohon bambu dengan senang hati mengajak mereka berbicara.

“Wahai pohon bambu, bolehkah aku bersandar di batangmu? Lelah sekali rasanya tubuh ini setelah seharian berladang di kebun.” tanya seorang bapak tua kepada sang Pohon Bambu.

“Tentu saja, pak tua. Silakan engkau berteduh dan beristirahat di bawah pohonku yang teduh ini!” jawab sang Pohon Bambu sambil tersenyum.

“Ooh… betapa lelahnya tubuh ini…. Terima kasih pohon bambu yang baik.” ujar bapak tua itu sambil memejamkan matanya.

Pohon bambu kemudian menganggukkan batangnya yang kokoh itu.

“Ahh… betapa senangnya melihat pak tua itu tertidur lelap bersandar di batang pohonku.” bisik pohon bambu.

Banyak para petani di desa itu yang sering memotong batang pohon bambu yang indah itu. Mereka menggunakan potongan bambu itu untuk bermacam-macam kebutuhan mereka sehari-hari.

Pada saat itu ada seorang anak yang ingin membuat seruling. Kemudian si anak bergegas menuju hutan untuk menemui sang pohon bambu.

“Pohon bambu yang baik, bolehkah aku meminta sebuah saja batang pohon bambumu? Aku ingin sekali membuat seruling untuk menemaniku di saat aku sedang sendiri.” Tanya anak kecil itu kepada pohon bambu dengan penuh harap.

“Oooh… silakan saja kau ambil batangku yang mana kau suka, nak…. Alangkah senangnya bila batangku ini bermanfaat untuk menjadi temanmu.” jawab sang pohon bambu.

Kemudian anak kecil itu memotong sebuah batang pohon bambu yang bersinar itu. Dan anak itu pamit kepada sang pohon bambu untuk kembali ke rumahnya.

“Terima kasih pohon bambu yang baik. Semoga batangmu yang indah bersinar akan terus tumbuh setiap hari.” ujar anak itu kepada pohon bambu.

Anak kecil itu kemudian bergegas pulang dan menemui ayahnya.

“Ayah… bisakah kau membuatkan aku sebuah seruling? Aku sudah membawa sebatang pohon bambu yang kokoh ini.” Tanya anak kecil itu kepada ayahnya sambil memberikan sebatang pohon bambu yang bersinar itu.

“Oooh…. Indahnya batang pohon bambu ini, darimana kau mendapatkannya? Batang pohon bambu ini begitu kuat, kokoh dan bersinar.” Tanya sang ayah kepada anak kecil tersebut.

“Aku mendapatkannya di hutan belantara di pinggir jalan itu ayah. Pohon bambu itu sangat baik, dia memberikan aku batang pohonnya yang paling baik untuk aku buat seruling.” jawab anak kecil itu.

“Baiklah nak, akan ayah buatkan seruling yang indah untukmu.” ujar sang ayah sambil tersenyum.

Kisah pohon bambu yang baik itu kemudian menjadi pembicaraan di desa itu. Banyak warga yang meminta batang pohon bambunya untuk bermacam-macam keperluan. Ada yang dipergunakan untuk membuat bakul, ataupun untuk membuat pagar halamannya. Dan pohon bambu yang baik itu selalu dengan senang hati mengizinkan siapa saja yang bermaksud untuk memotong batang pohonnya.

Hingga di suatu ketika, hinggaplah seekor burung gagak di atas batang pohon bambu tersebut. Hampir setiap hari burung gagak itu menyaksikan banyaknya warga desa yang memotong batang pohon bambu yang kokoh itu.