Dongeng Anak, 21st Oct 13


Dongeng Anak: Janji Ayah


Laptop

Laptop

Rumpika sangat senang sekali, ia yakin Ayah akan memberi hadiah yang Rumpika ingini. Bukankah Ayah berjanji untuk memenuhi keinginannya jika nilai di rapornya bagus? Terbayang di matanya sebuah Laptop berwarna merah jambu dengan mouse Hello Kitty. Sudah lama sekali Rumpika mengingininya.

Sampai di rumah, Rumpika dengan bangga memperlihatkan buku rapornya pada seluruh keluarga. Semua memuji Rumpika dan tersenyum bangga. Rumpika senang sekali, ia tak sabar menanti kedatangan Ayah dari kantor.

Pukul 17.00, deru mobil terdengar memasuki halaman rumah.

” Ayah pulanggg…….! “ Teriak Rumpika sambil melepaskan headset HP nya dan berlari menuruni anak tangga.
” Ayah….” Rumpika menyapa sambil menciumi tangan Ayah. Di ambilnya tas kerja Ayah dan di taruhnya di ruang kerja. Rumpika memandang dengan tidak sabar, ia menunggu saat Ayah duduk di sofa depan tv sehabis mencuci tangan.

Akhirnya, saat itupun tiba. Ayah duduk di depan tv.

” Ayah……” Ucap manja Rumpika penuh senyum.
” Sayanggg….” Ayah menjawab sambil membuka lebar kedua tangannya, tanda menyuruh Rumpika memeluknya. Rumpika memeluknya keras-keras. Rumpika sangat sayang pada Ayahnya.
” Ayah….aku juara kelas ” Ucap Rumpika sambil melepaskan pelukannya.
” Wahhh….hebat anak Ayah…..! Mana rapornya ? “.
” Ini…” Rumpika menyodorkan rapor.

janji_ayah

Terlihat senyum lebar Ayah melihat nilai-nilai Rumpika, Ayah bahagia. Rumpika tak sabar untuk menagih hadiah dari Ayah.

” Hmmm…..kamu mau kado apa….? “ Ayah bertanya penuh kasih sayang.
” Aku mau laptop seperti yang aku tunjukkan 6 bulan lalu “ Berbinar mata Rumpika ketika mengucapkannya.

Ayah terdiam beberapa saat. Senyumnya menghilang, pandangannya di alihkannya pada Bunda yang duduk di sofa kanan.

” Bagaimana Bunda ? Rumpika masih mengingini laptop itu ”
” Laptop yang Rumpika miliki masih bagus kan…? Laptop canggih dan baru dibeli satu tahun yang lalu ” Bunda memberikan pendapatnya.
” Tapi, ini laptop keluaran terbaruuuuu…. “ Sergah Rumpika.
” Laptop yang kamu miliki belum bisa kamu optimalkan fungsinya, sekarang kamu mau yang lebih canggih lagi ” Imbuh Bunda, tanda ia tak setuju Ayah memenuhi keinginan Rumpika.

Mendengar jawaban Bunda, Rumpika hampir menangis. Rumpika tahu, Ayah akan mendengarkan perkataan Bunda, itu artinya keinginan Rumpika tidak akan terpenuhi. Ayah sangat bijaksana, ia tahu isi hati Rumpika. Ayah tak ingin Rumpika bersedih di hari yang bahagia ini. Walau bagaimanapun, Rumpika pantas untuk mendapatkan hadiah dari perjuangannya selama satu tahun ini. Perjuangan yang tidak mudah, penuh kedisiplinan belajar dan tidak membuang waktu untuk hal-hal yang tak berguna.

” Sini sayang….” Ayah meraih Rumpika dalam pelukannya.
” Nanti malam kita pergi, okey…..? “ Ucap Ayah di sertai senyum. Ayah sudah mengambil keputusan.
” Terimakasih Ayah……” Rumpika kembali ceria. Ia berlari ke kamarnya sambil bernyanyi-nyanyi kecil.

Pages: 1 2


Share : Facebook | Twitter | Google+

Dongeng Pilihan: